Mini pants: ah…. kaki-kaki itu
Wah…sekarang di Malang sudah ramai sekali para gadis-gadis muda memamerkan kaki-kaki mereka. Celananya super ketat…super pendek…wah…..
Tapi….awww…….
Ada juga yang tetap pamer meskipun kakinya penuh dengan bekas luka… Kakinya juga tampak seperti bekas lipatan di sana sini. Ngeriiiiiiii.. Super PD mungkin ya.
Zaman berubah…mata juga harus menyesuaikan (kenapa saya tetap melihat ya?….kyaaa)
Jangan gunakan linux, karena…..
Ok….banyak hal lucu (disamping hal serius, maksudnya beneran serius), yang membuat orang-orang emoh menggunakan linux. (Artikel originalnya ada di sini).
- Sapa coba yang mau make sistem operasi mirip2 CLI?
- Nah….hardware saya tidak kuat untuk linux (what the…..)
- Sangat ketat sistemnya, dikit-dikit harus masukin root password
- ketika saya sudah nyaman di satu distro, eh berpuluh2 lainnya muncul (nyaman satu, tumbuh sepuluh)
- Tidak lengkap. Tidak ada tool untuk disk defragmen.
- System saya terkena virus (lah terus…hubungannya apa?)
- Tidak bisa di matikan secara otomatis…harus manual (saya tahu seorang teman yang lebih suka mematikan linuxnya lewat command prompt…kebiasaan katanya)
- Keamanannya terlalu ketat…..seringkali file-file sulit untuk di akses
- Perkembangan softwarenya lebih cepat daripada kecepatan broadband saya (wah…bleeding edge banget…dy nyedot svn ta?)
- Saya tidak tahu dimana CD-Key nya…. (wakakakakakakakak)
- Dan yang paling keren…………..”Linux is obsolete. – Andrew Tanenbaum” itu katanya paman tanenbaum dulu lo…
Ada yang lain?
Ato mungkin “karena saya tidak bisa make .Net” (kata teman saya yang sangat cinta kerajaan M$).
Peace…
Kemana kesombongan membawa kita?
Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja”. Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS Al-Baqaroh: 80)
Sesungguhnya permasalahan surga dan neraka adalah Kemahatahuan Allah. Tidak ada makhluknya yang mengetahui apakah ia akan masuk surga maupun neraka.
Namun, Allah memberikan petunjuk kepada manusia, bagaimana jalan menuju ridhoNya. Dan menurut saya, jalan ini tergantung bagaimana manusia itu dalam niatnya, dalam pemahamannya, dalam usahanya dan dalam perbaikannya.
Keempat faktor di atas pun pada akhirnya dapat melahirkan banyak jalan menuju ridhoNya. Agama sebagai petunjuk dariNya tidak mungkin bertentangan dengan sifat dasar manusia itu sendiri.
Sifat dasar manusia adalah salah satunya lemah, relatif. Relatif dalam artian bahwa suatu hal membutuhkan perbandingan dengan hal yang lain. Semisal, besar itu dapat dikatakan besar karena ada perbandingan dengan yang lebih kecil. Jika yang besar ini bertemu dengan yang lebih besar, maka ia menjadi kecil. Dan seterusnya.
Kondisi reatif ini menjadi sifat manusia dan alam semesta ini pula. Nah dalam hal mencari kebenaran pun demikian. Meskipun sumbernya adalah Mutlak Benar, namun pemahaman yang diolah oleh manusia menjadi tidak mutlak benar.
Apa hubungannya dengan ayat diatas? Bahwasanya janganlah kita sebagai manusia bersombong diri. Meskipun kita merasa benar, namun ingat masih ada langit di atas (begitu kata populernya kan?)
Kesadaran akan kelemahan ini menurut saya malah menjadi dorongan bagi manusia untuk berlomba-lomba bergerak menuju kebenaran. Saya memiliki keyakinan bahwa bergerak menuju kebenaran adalah kebutuhan dasar manusia.
Kesadaran akan lemah dan dorongan menuju kebenaran juga berakibat pada terbukanya diri terhadap kemungkinan benar dari sumber lain. Jangan lihat siapa yang bicara, tapi dengar apa yang dibicarakannya. Ambillah hikmah dari mana saja. Tidakkah begitu hadits mengungkapkan?
Jadi, seperti kata salah satu ulama besar Islam (saya lupa siapa), jika sekarang engkau merasa sangat mantap dalam iman, janganlah bersombong diri, bisa saja kamu mati dalam kekafiran. Jika sekarang engkau merasa sangat hina, jangan berputus asa, bisa saja kamu mati dalam ridhoNya.
Semoga bermanfaat.
Quote for tonight
‘I skate to where the puck is going to be, not where it has been.’
–Wayne Gretzky
Kenapa kejujuran disembunyikan?
Berbohong itu dosa? Tahu tidak apa yang terjadi pada orang yang berbohong? Masuk NERAKA……
But…..hey, terkadang perlu berbohong…bukankah seringkali kejujuran malah berakibat tidak baik? Banyak yang lebih senang di bohongi, yang penting hidupnya enak. Dari pada kebenaran di buka, tapi hidup semakin beban.
Bukankah begitu? Jadi dilemanya? Masuk neraka tu kompromistis? Negotiable? Ada proses tawar menawar antara kita dan Tuhan?
Ha5x…..nah..tapi bukan itu yang mau saya tulis. Entah bagaimana Tuhan menyikapi ciptaanNya ketika kita ini justru berbuat kesalahan. Itu kan hanya Dia yang tahu.
Tapi adalah kenapa sering kali kita berbohong? Dan seringkali kita berdalih bahwa dengan berbohong ini kita malah ingin mencapai sesuatu yang lebih baik.
Jadi, berbuat hal buruk yang kecil, demi kebaikan yang lebih besar.
Sensible? Ya begitulah banyak kejadian.
The truth hurts? Ketika organisasi ingin mendapat banyak anggota, berapa yang seringkali memasarkan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata? Demi mendapatkan anggota.
Berapa dari kita yang ingin merubah identitas diri demi terlihat sebagai diri yang lain? Yang lebih menarik? Sehingga dunia maya menjadi tempat yang sangat cocok dari para pencari identitas baru ini…Manusia binary ha?
Berapa dari kita yang berdandan agar terlihat lebih? Justru lebih percaya pada barang dandanan daripada percaya pada hakikat dirinya? He? Yang lebih berharga justru benda kosmetik ya?
Sebenarnya, memang membutuhkan kemauan dan keberanian untuk mengatakan sesautu secara jujur. Tidak mudah. Kita semua berbohong. Berbohong terhadap orang banyak…berbohong pada diri sendir…berbohong pada Tuhan (sudah berapa janji kita padaNya yang tak di lakukan?)
Ha5x…kalo gitu….mana yang nyata? Atokah memang lebih baik hidup di dunia yang diciptakan oleh persepsi ataukah yang diciptakan oleh kesadaran? Hard to answer….just random thoughts
Random thoughts
![]()
- Seandainya 2012 beneran kiamat, apa yang akan kamu lakukan? Tiba-tiba bertaubat? Memperbanyak perbuatan baik? Waaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh.. tu mah namanya berbuat baik karena dah mau mati…. nah…
- Kapan nih PKL selesai? Fitur tambahan….fitur tambahan….aaaaaaaaaaaarrrrrrrrggggggggghhhhhhhhhh
- Seandainya sudah selesai skripsi? Mau mentraktir apa ya?
- Mobil pertama apa ya? Ha5x………. duit mas…duit
- Duit? hah….bisa kerja apa dan dimana aq nanti?
- Kalo berada di sebuah tempat yang sangat ramai, tapi tidak mengenal siapapun, bagaimana hidupq?
- Kenapa sekarang ni tidak sedang menggarap PKL ya?
- Skripsi kapan di garap?
- Ada kah orang yang akan membaca ini?
- Masih berfikir
Menantang polisi
Ni tak ambil dari:
http://notalwaysright.com/fast-furious-and-fined/3289
(Ngomong-ngomong, ni saya tidak melanggar copyright kan? )
(I’m a police officer and have just pulled over a driver for speeding.)
Me: “Ma’am, do you know why I pulled you over?”
Driver: “Yes…I was speeding.”
Me: “Ah, so you know you were speeding.”
Driver: “Yes, but I’ve got a movie due back in eight minutes!”
Me: “Well, I’m sorry, but that’s not a real reason to be speeding–”
Driver: “Well, fine! You pay the one dollar late fee!”
Ni bisa tidak di Indonesia?
Jim Whitehurst (presiden 
Berdasarkan artikel ini:
